Mami Genta yang melihat Tiffany panik, ikutan panik, tangannya mengguncang pundak gadis itu. “Kenapa. Tiff? Apa Genta badannya kebakar? Genta kena api? Iya?” Mata mami membeliak tidak sabaran apa yang akan dikatakan Tiffany. Tyas yang mendengar itu tak kalah paniknya, jantungnya berdebar dengan keras, matanya membesar, mendengar pertanyaan mami. “Genta terbakar?” ulangnya lirih, lalu dia memperhatikan penjelasan Tiffany. “Bukan, Tante, Tiffany nggak bisa isi data yang diminta pihak rumah sakit. Jadi, tante atau om mendingan ke bagian admin dulu, jadi Genta bisa ditangani, bisa diperiksa lengkap,” papar Tiffany—yang membuat semua orang lega mendengarnya. “Kalo gitu, Papa aja yang ke bagian admin, Mami mau lihat keadaan Genta,” ucap mami masih khawatir. Dia melihat ke arah Papa yang men

