Bunda semalaman tidak tidur sebenarnya. Tyas dan Gemin mendengar isak tangis Dewinta sambil melipat baju suaminya yang ada di lemari. Setelah dilipat dimasukkan ke koper berukuran besar. Gemin dan Tyas tidur di kasur ekstra, di samping ranjang utama. Mendengar bundanya masih menangis, Gemini memberikan isyarat kepada Tyas agar menghampiri bundanya. Namun, Tyas menggeleng, seperti memberi isyarat kalau harusnya bergantian temani bundanya. “Harusnya gantian,” bisik Gemini. “Gimana kalo kita berdua aja?” usul Tyas tidak mau menghadapi bundanya sendirian, karena dia juga masih sedih. Gemini bangkit dari rebahnya, menatap Tyas tajam. Udah tahu selama ini bundanya rindu pada Tyas. Masa ngga peka juga, si? Gerutu Gemini dalam hatinya. “Iya, iya,” Tyas mengalah, sambil bangkit dari tidurnya.

