Tyas berjalan tak tentu arah, udara pagi ini seperti bukan penyejuk untuk hati Tyas yang sedang kalut, gundah dan kebingungan. Gamang apa yang ia rasakan, dan apa yang harus ia lakukan saat ini? Dikeramaian pagi, Tyas tidak dapat memutuskan untuk pulang ke mana. Dia tidak akan sanggup bertemu dengan Argo. Pulang ke rumah orang tua? Tidak! Ayah dan Bunda akan banyak bertanya ini dan itu. Jujur saja, Tyas tidak terlalu punya banyak teman untuk berbagi. Di pedestrian, dengan pikiran yang masih kosong, Tyas melamun, dia ingat betul ketika Marvel lahir ke dunia ini. Menatap matanya untuk yang pertama kali, rasanya Tyas sedang ada di dunia yang baru. Marvel membawa kebahagiaan untuk Tyas, meski hanya sebentar Kinanti dan Santoso waktu itu memberikan Tyas kebebasan untuk menyusui anaknya sela

