Bab 74 LDML “Kita jalan sendiri-sendiri aja sampe ke ruangan kita nanti,” usul Tyas, ketika mobil yang dikendarai Genta sudah parkir di gedung kantor mereka. Dahi Genta mengerut, “Kenapa?” matanya menatap Tyas, “Kamu takut dengan cemoohan orang sekantor?” lelaki itu memang tahu, kalau Argo dan Tyas sedang menjadi buah bibir di kantor. Kemarin, Genta juga mendengar kalau teman sekantornya sdang membicarakan Tyas dan Argo. Meski telinganya menjadi panas, tapi tak ada yang bisa Genta lakukan. Tyas menggeleng, lebih dari sekadar takut. “Entah berapa kali aku dengar perkataan ‘perempuan macam apa aku ini? tidur dengan kakaknya terus sekarang tidur dengan adiknya’ aku nggak mau mendengar orang-orang mencemooh aku dengan kata seperti itu lagi,” papar Tyas, hatinya sakit ketika dituding seperti

