Sea mendengus. Dia sedang berjalan mondar-mandir di depan Earth yang tengah duduk di ruang tengah kediaman Bailee. Earth terlihat tampan. Berdalih dia sangat lelah, Earth berdiam di kamar dan tak keluar untuk makan siang. Earth baru keluar setelah Bibi mengetuk untuk minum teh pada pukul empat sore. Sungguh tak terbayangkan bagaimana kesalnya Sea. Di saat pertanyaan menggunung di benaknya, Earth dengan santai tidur hingga sore hari dan keluar dengan wajah segar. Sementara Sea? Dia bahkan tak bisa sedikitpun memejamkan mata. Cardigan panjang hingga ke lutut yang dipakai oleh Sea melambai di tiup angin sore hari yang dihempas pucuk bambu keberuntungan yang tertanam di sekeliling rumah Sea. "Kita baik-baik saja?" Earth mendongak mendengar pertanyaan Sea. "Mari kita perjelas, Sea. Setiap

