Season2 BAB 12

1581 Kata

Melangkah dengan jantung berdebar hebat. Menguatkan mental untuk mempertahankan air matanya terus tersimpan di dalam sana. Getar di seluruh tubuhnya tidak bisa dia hentikan dengan mudah butuh waktu untuk mengontrol diri sendiri agar tetap terlihat baik-baik saja. “Aku yakin kamu bisa Lia!” Kalimat itu terus terucap di dalam hatinya. Menjadi semangat tersendiri untuk batinnya yang belum benar-benar siap untuk dipertemukan sekarang. “Ayo.” Arzan menarik lembut pergelangan tangan Lia, membawa wanita itu untuk masuk ke dalam ruang perawatan. Arzan hanya membawa Lia ke rumah sakit, tidak mungkin lelaki itu membawa ikut serta si kembar untuk menjenguk Watika. Karena sudah terlalu malam untuk bocah seperti mereka keluyuran di luar rumah, di satu sisi rumah sakit juga kurang baik untuk ana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN