“Apa kau yakin dengan keputusanmu?” Nina yang tengah duduk dengan santai sedikit terkejut dengan kedatangan Harry yang mendadak. Senyuman Nina tidak lepas dari wajahnya, seolah dia tengah melepaskan sebuah beban yang sangat sulit untuk dia lepaskan. “Tidak ada keputusan yang mudah, Ry. Jadi, aku hanya mengambil jalan untuk mengambil apa yang kemungkinannya adalah yang terbaik untuk kami!” Lelaki itu lekas duduk di sebelah Nina, menatap wajah gadis itu dengan seksama. Sejujurnya, Harry ingin marah, namun apalah daya. Nina juga punya hak untuk mengambil keputusan, dan apapun itu, pasti sudah dipertimbangkan oleh gadis itu. Jadi, Harry memilih untuk diam dan tidak melakukan hal yang akan menyakiti Nina. “Ry, menurutmu apa keputusanku ini sudah benar?” Bibir Harry membentuk sebuah lekukan

