24 ~ Pergi, jangan sentuh aku!

1653 Kata

Tempatnya remang, hanya ada sinar kecil yang menerobos masuk dari lubang jendela, dan pintu yang baru sosok itu buka. Tepat di tengah ruangan, sebuah meja yang tidak besar dan terlihat sudah usang, menarik perhatian Nina untuk melangkah memasuki ruangan itu. Dilihatnya tempat duduk yang kini hanya dihuni oleh debu tebal. Tanpa izin, debaran di jantungnya terus memompa ke syaraf. Membuat reaksi diteruskan hingga ke wajahnya yang langsung memerah. Matanya juga berjalan senada dengan wajahnya, hingga sebutir air mata itu akhirnya tidak lagi bisa dia tahan. Seisi ruangan dipenuhi dengan buku-buku yang bertindih. Tidak banyak ruang yang kosong, semuanya penuh karena buku-buku. Tangan gemetar gadis itu menyentuh setiap inci ruangan, disentuhnya setiap kenangan yang tertinggal di sana. Semakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN