Nina mengemudikan mobil Rinaldy dengan penuh rasa kekhawatiran. Di belakang mereka, sebuah mobil berwarna hitam mengikuti mereka sejak tadi. Tidak ada tanda-tanda bahwa mobil itu akan berhenti. Abian yang duduk di sebelah Nina juga terlihat mulai khawatir. Sebelah tangan Nina membelai rambut Abian lembut, membuat anak kecil itu mengalihkan perhatiannya pada Nina. Senyuman Nina yang terlihat sangat terpaksa itu membuat Abian terlihat lebih baik. “Mama, Abi takut!” “Mama ada di sini, sama Abi. Jangan takut ya, sayang!” “Ayah kenapa pergi, ma? Abi takut ayah terluka!” Melihat ke arah kaca spion, Nina menghela nafas legah begitu mobil tadi tidak lagi mengikuti mereka. Persimpangan itu memisahkan arah tujuan mereka. Setidaknya, Nina tidak harus memikirkan mobil tadi untuk saat ini. Dia han

