“Harry, tidak usah jika memang tidak ingin. Aku tidak ingin mengacaukan pesta ulang tahun ayah kali ini!” “Sudah, itu bukan masalah besar kok. Lagian sudah selayaknya kau datang sebagai putrinya bukan?” Elsa tahu jika tekad Harry tidak akan pernah goyah. Dia salut dan senang dari lubuk hatinya yang paling dalam. Tapi membayangkan bagaimana penolakan dari keluarganya, sudah cukup membuat Elsa merasa terluka. Dia tidak suka cara ayahnya memandang Harry yang statusnya adalah pacarnya sendiri. Kekasih dari putrinya. Mereka masih berdiri di depan pintu hotel, ragu apakah masuk atau membuang niat nekad itu jauh-jauh. Belum lagi jika Christ berada di sana, Elsa yakin akan ada banyak adu argumen. Meskipun Harry selalu kalem dalam menghadapi masalah apapun, dia sadar bahwa kekasihnya itu selalu

