22 ~ Kepada siapa aku harus mengadu lagi?

1395 Kata

“Duduklah, ada yang ingin aku katakan padamu!” Meski ragu, namun Nina melangkah mendekat dan duduk berseberangan dengan Rinaldy. Lelaki itu berdecak kesal, membuat Nina mengerutkan keningnya. Kali ini apa lagi?   “Kenapa?” Melipat tangannya di depan d**a, Rinaldy tetap memasang wajah kesal sambil menunjuk sofa di sebelahnya. Padahal dia sudah memberikan kode pada Nina untuk duduk di sebelahnya, gadis itu malah duduk di depannya, yang dipisahkan oleh meja. “Aku duduk di sini saja, Al. Kita hanyalah sebatas orang yang pernah saling kenal, tolong jangan melewati batasmu!” “Tidak mau, aku yang pindah atau kamu yang pindah? Jika aku yang pindah, maka kita akan duduk sempit-sempitan!” Rinaldy memasang wajah mengancam. Nina duduk di single sofa, dan jika Rinaldy pindah, maka lelaki itu hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN