KANTOR ALEXIA:
Alexia perlahan memindahkan kertas itu ke arah Rayden yang duduk di depannya. Senyuman kecil terlihat di sudut bibir Rayden. Tidak. Bukan senyuman kecil melainkan senyuman yang membentang dari telinga ke telinga. rayden tampak bersemangat, Alexia memberinya kesempatan untuk mengantarkan makanan ke perusahaan setiap hari dan dia akan dibayar setiap saat.
Selain itu, Alexia telah bekerja sama dengannya sejak lama.
Apa pun yang berhubungan dengan perusahaan juga menjadi perhatiannya,dengan begitu reyden juga akan mendapatkan keuntungan.
Rayden tidak bisa menahan kegembiraannya setelah mendengar kabar baik tersebut. Dia memeluk Alexia sebentar sebelum menandatangani surat itu.
'Alexia, kamu adalah orang terbaik yang pernah Tuhan berikan padaku. Terima kasih banyak atas kesempatan ini.
Kamu tahu, sangat jarang sekali menemukan teman yang membantu ku seperti ini."
Rayden mendengus, dia tidak menyangka bisnisnya akan membaik seperti ini hanya dalam waktu dua hari.
"Aku bisa membantumu, apa gunanya jika tidak? Lagipula kita mungkin bukan teman dekat tapi lebih dari itu dan jika aku bisa membantumu lebih dari ini, aku akan melakukannya."
Alexia berkata jujur sambil tersenyum.
"terima kasih alexia, kamu adalah sobat ku sesungguh nya"
kata Rayden sambil tersenyum.
'Ya, ayo makan. Aku lapar."
Alexia menjawab dan berjalan ke meja kerja, dia mengambil kunci mobil nya dan berbalik untuk berjalan keluar bersama Rayden..
Ketika hendak membuka pintu,alexia terkejut dengan kedatangan Dylan,dia memegang beberapa file di tangannya dan Alexia menebak bahwa itu adalah Surat perjanjian yang ia berikan kepada dylan kemarin,..
"alexia maaf menggangu,aku hanya ingin meminya tanda tangan mu"
Ucap dylan dengan expresi santai..
Ya dugaan alexia benar,dia lalu mengambil surat itu dan mendatanginya..
"ingat!! Perjanjian adalah perjanjian, jangan sampai di ingkari"
Ucap alexia dengan tatapan acuh tak acuh..
'ok, kalau begitu terim kasih dan Sampai jumpa."
Balas dylan sambil tersenyum...
Bagaimana mungkin pria yang diabaikan nya selama ini masih selalu tersenyum?
Semantera rayden hanya bisa diam membeku, karena tak mengerti apa yang mereka janjikan itu...
"hoi, bengong wae.. Ayo jalan"
Ucap alexia kepada redyen yang termenung..
Mereka lalu berjalan menuju kantin di seberang jalan tak jauh dari kantor alexia..
Di kantin:
alexia terus memikirkan Dylan sebagai pengagum rahasianya. Tidak heran jika dia selalu ada dimanapun alexia berada dan bahkan dylan terus mengirimi alexia bunga.
Alexia bertanya-tanya apa yang sedang dylan rencanakan kali ini. Alexia bertanya-tanya apa yang diinginkan dylan sehingga dia berpura-pura menjadi pengagum rahasianya.
'Dylan, kamu pikir kamu sangat pintar bukan? Aku akan membuatmu menyesali ini. Aku baru tahu tapi aku akan memainkan permainanmu dan dalam prosesnya, menjadikanmu orang paling bodoh yang pernah dikenal manusia.”
Gumam alexia berbicara dalam hati sambil mengunyah makanannya.
* * *****
Tak terasa sudah sebulan berlalu, sebulan sejak Alexia sendirian dan juga sebulan berlalu sejak dia menerima pesan manis dan bunga dari pengagum rahasianya.
Namun, kali ini alexia sudah mengetahui siapa dia..
"psst, kamu dari tadi ngelamunin apa sh? Makanan ku dah habis nih, liat punya mu"
Kata reyden yang menyadari lamunan alexia..
"ehhh,....enggg.... Emmm.. Enggak kok, aku lagi mikirin tugas kantor aja nih,,,"
Balas alexia dengan terbata bata karena sedang berbohong.
"nyonya alexia, aku ini sahabat mu. Jadi, kamu gak usah berbohong pada ku"
"dih enggak kok, beneran aku gak bohong "
"awas aja lho kalau sampai ketahuan henry, kamu bisa di sate nya nanti hahahha"
"ih apaan sh, ayo kembali ke kantor lagi!! Aku gak nafsu makan"
Ujar alexia karena tak ingin di kepoin oleh teman rempong nya itu semakin ke inti..
"main pulang aja kamu, bayar dulu dong! Aku gak mau harus di bawa bawa ke pengadilan hanya gara gara makanan"
"aku lagi gak bawa cash ni,pinjem uang dulu sini"
"dih dih.eh alexia dengerin,kamu itu orang terkaya nomor satu di dunia, ya kali cuma tiga puluh ribu gak mampu bayar"
Ucap redyen dengan Memanyun kan bibir nya
"baik ibu reyden,ngomong ngomong jangan bawa kasta dong ah"
Timpal alexia kemudian berjalan menuju kounter...
Setelah selesai membayar,mereka berjalan kembali ke kantor..
Ketika sudah berada di ruangan nya, alexia terkejut melihat pintu office nya terbuka. Dia dengan panik langsung masuk ke dalam,mata nya mengedar ke sekeliling ruangan..
"aman, berkas juga masih seperti tadi.. Erm perasaaan tadi udab ku kunci deh"
Gumam Lavinia dalam hati..
Tak mau terlalu memikirkan tentang itu, dia memutuskan untuk duduk di kursi kerja nya...
Namun alangkah terkejut nya dia ketika melihat bunga matahari favoritnya di letakan di atas kursi yang di kemas dengan indah.
Tak perlu menebak siapa pelakunya, ini ulah dylan 1990 hahah canda...
Alexia meraih bunga itu,memory nya kini berputar pada kencan pertama mereka, kala itu dylan membawakannya rangkaian bunga yang sama, tetapi dalam kemasan berbeda.
Dylan juga bilang bahwa: Alexia secantik bunga dan senyuman nya sehangat Matahari----bahkan lebih
PERLAKUAN dylan begitu manis kepada alexia..
POV:cut cut, ngotak dikit ngapa thor.. Ya kali seterang Matahari, bisa m4mpus dong Dylan
AUTHOR: ini dunia novel,yang penting ada ide.. Ngiming Ngiming habis dari mana aja kamu?
POV: biasa lah nyari janda pirang
AUTHOR:............
LANJUT!!
Alexia tersadar dari lamunan nya, di perhatikan jam tangan nya waktu menunjukan pukul 4.30,..
"aduh aku hampir lupa kalau hari ini aku harus menghadiri acara pernikahan ayah ku"
Celoteh alexia pada dirinya sendiri..
Dia lalu berjalan keluar dan mengunci kantor untuk segera pulang ke rumah.,
Jalanan hari ini tak begitu macet, jadi tak perlu memakan waktu di jalan..