Alexia merasa kesal.
Dia merasa ingin menampar wajah dylan, tapi dia tidak mungkin melakukannya.
Alexia bahkan memaling kan muka nya, dia tidak ingin wajah pria itu menariknya seperti magnet.
Dylan tersenyum.
‘Jangan khawatir, aku tidak melakukan perbuatan c***l. Kamu mencoba menciumku, tapi aku mendorongmu, sepertinya aku lebih baik darimu."
Setelah mengatakan itu dylan lalu berjalan keluar.
Alexia mengangkat kepalanya setelah dia pergi.
Dia melihat sosoknya yang mundur dan dengan lembut menjepit tangannya. Bagaimana dia bisa begitu tidak tahu malu? Dia pikir.
* * *
Mobil Dylan berhenti di depan ruang tunggu, dia keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam gedung. Ruangan pertemuan mereka memiliki begitu banyak lampu yang indah dan lingkungan yang ramah.
Dari kejauhan dylan memperhatikan rekan bisnisnya di ujung ruangan. Dia berjalan ke arah mereka, dan mereka segera mulai membicarakan bisnis.
'hey dylan,besok kami akan terbang ke meksiko jadi aku minta maaf jika terlalu mendadak mengundang mu dan rekan rekan yang lain nya"
Ucap pria gemuk berpewerawakan pendek sejurus kehadiran dylan,
"kenapa kamu tak memberi tahu kami di jauh jaih hari"
kata Dylan kesal.
'Kami benar-benar minta maaf. Kami akan meresmikan perusahaan ini minggu depan, kami membutuhkan kamu dan Alexia untuk hadir sebagai rekan bisnis kami. Kami mohon maaf karena beritanya terlambat sampai kepada mu."
Pria lain dengan rambut pirang berbicara dengan ekspresi ramah.
'Saya harus memberi tahu Alexia tentang hal itu dan melihat apa yang dia katakan. Saya tidak dapat menjanjikan apa pun kepada kalian saat ini karena berita ini terlambat sampai kepada kami,”
jawabnya.
Pria itu mengangguk, berdiri, dan menepuk pundak Dylan. Dengan ini, dia keluar.
Dylan duduk diam, dia mengeluarkan ponselnya dan mulai menekannya. Saat melakukan ini, sebuah iklan muncul di teleponnya. Itu adalah iklan perusahaan.
Alexia muncul dalam iklan tersebut, menampilkan teknologi baru mereka yang dikembangkan. Alexia selalu menjadi wajah perusahaan karena pengetahuannya yang luas dan Semua orang tahu beberapa pelanggan hanya menggurui mereka berulang kali karena mereka bisa melihat wajah Alexia.
Dia sangat cantik. Meski begitu, dia tidak pernah memakai riasan menor dan selalu mengenakan setelan jas. Selain itu, rambutnya selalu ditata rapi, namun ia tetap terlihat sempurna
Dylan tidak dapat menyangkal perasaan nya, wajahnya melakukan beberapa hal yang tidak diketahui pada tubuhnya. Dia masih merasa bersalah, tapi tidak akan pernah mengakuinya pada dirinya sendiri. Dia tidak akan pernah meminta maaf atau menyatakan dengan jelas bahwa dia terluka. Kylie itu menyakitinya.
Bahwa dia akhirnya merasakan bagaimana rasanya dikhianati. Bahwa dia sedang patah hati. Bahwa dia merasakan kepedihan yang telah dia timbulkan pada jutaan gadis. Dia tidak akan pernah mengakuinya karena dia adalah Dylan muda, miliarder muda playboy.
Sambil menatap ponselnya,tiba tiba pintu ruang tunggu terbuka dan seseorang masuk. Dylan tidak tertarik pada pintu yang terbuka, tetapi dua pasangan itu menarik perhatian nya untuk melirik..
Mau tak mau dia memperhatikan rambut Auburn yang tergerai di bahu wanita itu dan pria di sampingnya yang sibuk memberikan ciuman di pipi bule-nya.
Dylan terkejut, tetapi perasaan itu segera ditutupi dengan rasa jijik dan jengkel. Dia duduk di kursinya dan memperhatikan pria dan wanita itu berjalan ke konter. Mereka berdua saling tersenyum saat petugas counter memproses pesanan mereka.
'Apakah Alexia hanya kurang beruntung dalam hal cinta, atau dia hanya dikelilingi oleh orang-orang munafik?!"
Dylan membelalakkan matanya, mulutnya ternganga mendengar percakapan clarisa dengan lelaki itu..
Dylan tidak akan pernah melupakan wajah Clarissa. Dia adalah gadis yang sama yang meneleponnya untuk memakinya setelah Alexia mengetahui kalau dirinya selingkuh.