Empat bulan kemudian. Rasya mencoba membuat Nilam begitu nyaman di detik-detik kelahiran bayi mereka. Salwa mempersiapkan segala keperluan bayi untuk Nilam, sementara Risya terus berada di samping Nilam. "Ukhti yang sabar ya sayang..., terus berdzikir..., kami semua di sini bersama Ukhti," ujar Risya menenangkan Nilam. "Syukron Ukhti..., syukron karena Ukhti selalu ada untuk saya..., rasanya sakit sekali Ukhti...," Nilam menggenggam tangan Risya kuat-kuat. Kontraksinya kembali datang dan lebih cepat. "Subhanallah..., Subhanallah..., Subhana..., ahh!!! Sakit!!!," teriak Nilam. Rasya merangkulnya. "Sabar ya Mi..., Dokternya datang sebentar lagi," bisik Rasya. "Abi jangan pergi..., sakit Bi..., sakit...," ujar Nilam, sambil menahan kesakitannya. Dokter datang tak lama kemudian dan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


