BAB 8. Cecaran Aslan

1048 Kata

"Ah, Aslan. Kau selalu berisik jika mencari sesuatu," ucap Liam dengan suara berat yang tenang, seolah tidak terjadi apa-apa. "Aku sedang memeriksa arsip lama untuk rapat dewan komisaris nanti. Istrimu sedang membantuku untuk menemukannya. Apa ada masalah?" Suasana ruangan itu seketika membeku. Dua pria berbeda generasi itu pun saling menatap. Sang keponakan dengan kecurigaan yang meledak-ledak, dan sang paman dengan ketenangan seolah menjadi pemenang yang baru saja mencicipi barang curiannya. Aslan mematung. Rahangnya menegang hingga otot-otot di lehernya menonjol. Tatapannya beralih dari Liam yang tampak begitu tenang, ke arah Daniella yang masih duduk dengan napas yang tertahan di tenggorokan serta raut wajah yang nampak pucat. "Memeriksa arsip... berduaan saja, Paman?" tanya Aslan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN