Pondok Hijau

791 Kata

Sudah pukul sembilan tigapuluh malam. Nesa berbaring di atas kasur, menatap langit-langit dengan hidung tertutup lintingan kapas di kedua lubangnya. Kepalanya juga masih sedikit pusing. Selain karena kehujanan tadi sore, ia memang baru seminggu pulih dari demam yang membuatnya terkapar lima hari di tempat tidur. Akumulasi dari kecapaian, kehujanan dan telat makan. Bersamaan dengan itu pula, ia menjadi gampang pilek walau tidak sedang flu bahkan sesekali mengeluarkan darah. Ia memang mempunyai sinusitis dan riwayat mimisan. Namun kali ini penyakit itu muncul kembali, lebih sering dalam waktu singkat bahkan dibarengi kulit yang memerah memar dan bintik-bintik merah di beberapa bagian tubuh. Ia mulai kuatir karena benar-benar terasa menggangu. Staminanya juga sering drop, gampang lelah sepert

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN