Sekar mengaduk strawberry milk shake dalam gelas kaca. Terik matahari begitu menyengat. Ia duduk sendiri di pojok kafe yang tidak banyak pengunjung. Matanya menatap kosong kendaraan yang lalu-lalang di Jalan Siliwangi. Angin yang bertiup di sela-sela pepohonan besar di halaman samping kafe tak mengurangi panas siang itu. Di hari Sabtu itu ia hanya bekerja setengah hari. Sekali lagi ia melihat jam tangan. Sudah setengah jam ia duduk di tempat itu. Bulan depan ia akan resmi resign dari pekerjaannya, ia akan kembali ke kampus. Terbayang masa-masa awal perkuliahan. ”Aku memang bukan Sekar yang dulu. Seorang gadis polos pendiam yang tidak gaul. Gayaku seperti gadis kraton, sok kemayu dan lemah lembut. Malu rasanya mengingat masa-masa itu. Kota ini memang menjanjikan perubahan dan harapan. Aku

