Raga

1076 Kata

"Ita udah tidur Bu?" tanya Raga. Semburat khawatir masih tercetak. "Udah. Barusan. Makasih ya nak Raga. Berkat mu tindakan Ita bisa dicegah," ujar tulus seorang ibu. "Iya Bu. Syukurlah." "Selagi masih di sini. Yuk makan malam bersama. Tapi, saya nggak menyiapkan banyak karena kedatangan direktur yang tiba-tiba," pinta Haris. "Nggak perlu repot-repot Pak Haris. Saya ke sini cuma mau jenguk Ita. Kalau diizinkan saya boleh ke kamar Ita lagi untuk cek keadaannya?" "Boleh. Silahkan Pak." Haris tampak ingin mengantar namun segera Ria cegah. Entah dalam maksud apa. Yang jelas ibu satu anak itu seolah mengerti dengan isi hati Raga. Mereka berdua dalam satu kamar. Jika disamakan dengan masa itu mungkin ini bukanlah yang pertama kali. "Cepat sembuh," tukas Raga. Tangannya bergerak mengikuti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN