Teror!

1003 Kata

Jantung Hesa seakan berhenti sejenak. Pengakuan itu, sama seperti di mimpinya. Ketika perlahan Ita menjauh dan hilang. Keheningan menyapa mereka. Hingga akhirnya Hesa menginjak pedal gas dan mobil pun berjalan. Di sisi lain, Ita seperti dikuasai sesuatu saat mengucapkan kalimat barusan. Sikap seseorang bukanlah sesuatu yang mudah diubah. Dan barusan Ita seolah menghakimi Hesa. Ita merasa bersalah. "Besok aku anter," ucap Hesa. Satu-satunya kalimat yang keluar setelah diam selama perjalanan. "Hm, makasih," jawab Ita kemudian keluar. Ia mengantar kepergian mobil hitam itu dari depan rumah. Penyesalan baru menghampirinya saat mobil itu benar-benar hilang. Ita berjongkok di depan gerbang cukup lama sampai Ria menghampirinya dan menyuruh Ita masuk. Ita harus minta maaf segera! *** Keesoka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN