"Pak...." Ita mendorong pelan tubuh Raga sehingga wajah khawatir itu tampak jelas, "aku baik-baik aja. Gara-gara kecelakaan itu tol jadi macet makanya kita memutuskan untuk balik lagi," jelas Ita. Mencoba menjelaskan seefisien mungkin. Tujuannya cuma satu. Agar dua lelaki ini netral kembali. "Lihat kan? Aku sama Hesa baik-baik aja," ucap Ita ceria sembari beralih merangkul tangan Hesa. Melihat itu Raga perlahan mundur. Jujur saja, ketika turun dari mobil pandangannya terkunci pada sosok Ita saja hingga lupa posisi Hesa. "O-oh iya..., syukurlah," ucap Raga canggung. Baru saja ia memeluk pacar orang tanpa izin. "Kalau begitu nikmati waktu kalian," lanjutnya kemudian beralih pergi. Tapi sebelum itu Raga sempat menepuk pundak Hesa dan berbisik, "jaga Ita baik-baik!" tekan Raga. Menyadari

