Sepulang dari pesta barbeque, Jeff bertanya padaku tentang sejauh mana pergerakanku dalam menjalani tantangannya. Namun, aku memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Jeff karena--memang--terlalu ngantuk dan juga, tidak bisa berpikir lagi akibat nyaris mendapatkan ciuman Aiden. Sungguh, membayangkan momen itu akan terjadi saja aku tidak pernah, lalu Tuhan berbaik hati dengan memberikan kesempatan yang hampir terjadi itu. Yeah, seharusnya aku berterima kasih pada Tuhan. Dan demi Jesus Yang Maha Baik, jantungku benar-benar tidak bisa terkontrol setiap kali mengingat momen tersebut. Terlebih ketika ingin pergi tidur pun, Aiden masih saja menyempatkan diri untuk menelepon dan mengucapkan mimpi indah untukku. Parahnya, harapan Aiden agar aku mendapatkan mimpi indah malah terus berlanjut, hing

