Ponselku lagi-lagi bergetar dengan durasi pendek, tetapi terjadi setiap sepuluh detik. Tanpa membuka tas dan melihat apa yang terjadi, aku sudah mengetahui bahwa itu adalah deretan notification dari Aiden. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di mobil Steven, Aiden terus saja mengirimku direct message melalui i********:. Namun, kuabaikan karena isinya tetap saja sama. Yakni, mengajakku agar mau pergi ke pesta Clay bersamanya. Dan jawabannya jelas tidak, sebab aku pun sedang kencan dengan Steven. Dari kursi penumpang sebelah kemudi, Steven tampak sedang memindai stasiun radio untuk mencari lagu yang bersahabat di telinga kami. Sebelumnya ia bertanya, tentang jenis musik apa yang kusuka lalu aku menjawab pop dengan musik bernuansa edm sesekali. "Sorry,aku tidak menemukan selera musikmu, t

