Kenyataannya, rambut panjang cokelatku kini sudah tidak ada dan tergantikan dengan rambut ukuran super pendek, yang sama sekali tidak rata. Aku melihat hasilnya, dari pantulan kaca spion mobil milik seorang ibu seumuran mom yang barusan masuk ke dalam ke apotek. Tidak lama kemudian, Aiden pun tampak berjalan keluar sambil mengamati paper bag dan tersenyum ke arahku. Na'asnya, aku mengabaikan sapaan tersirat lelaki itu. Karena yang menjadi priositasku saat ini adalah memerhatikan bagian mana, dari diriku yang terluka, maka aku pun mulai menghitung. Satu. Dua. Tiga. Dan seterusnya, aku menyadari bahwa tidak hanya rambut yang menjadi korban Aubrey serta pengawal-pengawalnya, tetapi juga diikuti beberapa lebam di sekujur tubuh yaitu; kedua lengan, wajah, dan kurasa punggungku juga. Cat

