Alma menelepon menggunakan telepon rumah, satu menit setelah dad selai melakukan sesi interogasi. Mom yang memanggil sekaligus memberitahuku, ketika aku baru saja nyaris menaiki tangga menuju kamar. Dan setelah mendengar tujuan serta ungkapan hati Alma di telepon, aku pun harus mengurungkan diri untuk pergi tidur lebih awal sebah Alma akan menginap di rumahku malam ini. Yang artinya, aku harus menjadi sahabat, pendengar, dan penghibur terbaik untuk Alma sepanjang curahan hatinya. Mom bertanya saat aku sedang menonton telivisi berisi drama remaja mingguan, "Apa kau butuh camilan untuk menyambut Alma?" "Aku hanya butuh tissue, Mom." Aku menoleh ke arah mom, sambil tersenyum dan tentu saja ratuku ini tahu apa yang telah terjadi. "Alma patah hati lagi, ya?" "Yeah, dengan pacar Indonesiany

