Demi Tuhan! Bukan ini yang sebenarnya kuharapkan. Seperti film drama kebanyakan, Aiden menarik tanganku. Terlalu kuat, hingga ia berhasil menyentak tubuhku ke dalam pelukannya. Dan jika boleh jujur, jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Batinku bersorak gembira karena bisa berada dalam pelukan Aiden, tetapi tidak dengan nalarku di mana kemarahan semakin memuncak, hingga kedua tanganku berusaha untuk mendorongnya. "Get off me, Dude!" Aku sekuat tenaga mendorong d**a Aiden. Namun, seberapa kuat doronganku, sedikit pun tidak membuatnya bergeser. Parahnya Aiden hanya menatapku dengan begitu dingin. Garis-garis wajahnya mengeras, seolah akan meledak jika seseorang berhasil melukainya. Bahkan meski dalam keremangan cahaya pun, aku bisa merasakan embusan napas yang berusaha dia ko

