Sesuai janjinya Azka segera menghubungi Letta setibanya di rumah. Azka segera melakukan video call tapi ia harus menunggu cukup lama hingga wajah Letta tampak memenuhi layar ponselnya. "Abang!" sapa Letta dengan netra_nya yang kembali berkaca. "Hai Sayang." Azka melambaikan tangan sembari mengulas senyuman. "Kita kan baru jadian kemarin kenapa Letta malah bersedih? Harusnya kita bahagia kan?" ujar Azka masih dengan senyuman lembut. "Letta bahagia banget kok Bang. Tapi berat Bang menahan rindu itu, baru beberapa jam saja kita berpisah Letta sudah kangen banget sama Abang padahal udah ada Dylan yang nanggung kan?" kekeh Letta mencoba hibur diri seraya menyeka air mata yang jatuh di pipinya. Bibirnya tersenyum tapi hati dan air matanya tak mampu berdusta jika ia begitu kehilangan pria y

