60 - Bayaran atas Perjuangan

1122 Kata

Malam berikutnya, Faira bertemu lagi dengan Anton di restoran yang sama. Menit-menit awal mereka duduk berhadapan, berjalan normal, sekadar makan malam, sampai Faira merogoh tasnya untuk mengeluarkan beberapa barang—yang bisa ia kembalikan. Karena Faira gagal, ia tidak seharusnya menerima apa pun dari pria ini. Perhiasan-perhiasan, apalagi kalung puluhan juta itu—dikeluarkan lebih dulu oleh Faira—kemudian disusul kartu debit di atas kotak perhiasan. Anton melirik Faira dan barang-barang itu secara bergantian dengan kebingungan, lalu bertanya, "Kenapa?" Faira menggeleng pelan lebih dulu. "Aku nggak ... Om." Ucapan Faira terbata, sehingga ia harus menyesap minuman lebih dulu untuk mengurangi kadar canggung dalam dirinya, serta membiarkan hatinya ikhlas melepas diri dari barang-barang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN