19. Janji Makan malam Dea kali ini begitu hangat karena Ia di kelilingi oleh orang-orang yang teramat sangat Ia harapkan dalam hidupnya sejak dulu, ada orang tuanya serta Oma nya. Meski Ia terlambat untuk tahu bagaimana Opa nya. Tapi Dea sudah sangat merasa bersyukur. Sepertinya moment sekarang ini belum pernah ada di dalam planning hidup Dea, meski Dea sangat ingin. Dulu Dea begitu takut mendamba sebuah keluarga yang harmonis seperti malam ini. Takut Ia akan kecewa, karena melihat bagaimana sikap Halima dan Femi padanya yang tidak seperti keluarga. Jika mengingat dulu, Ia hanya bisa makan sendiri di rumah dan sering kali makan di taman setelah bekerja. Makan dengan sepotong roti untuk mengganjal perutnya sebelum Ia mendapat asupan lagi setelah Ia sampai rumah. Asupan dari mulut Halima s

