"Sebenarnya ...” Alfa berhenti sebentar, “pernikahan kami seharusnya tidak terjadi.” Almira mengerutkan kening. “Maksud Mas apa?” “Anak yang dikandung Nasha bukan anak Mas,” ujar Alfa. Dia menatap Almira yang membulatkan mata begitu mendengar kalimatnya. “Bukan anak Mas? Lalu, kenapa Mas menikahi dia?” “Mas terpaksa melakukannya karena keadaan.” Almira mendengus tidak sabar. “Sebaiknya Mas jelaskan semua dari awal.” Alfa mengangguk. “Nasha ....” *** Seorang wanita berjalan cepat memasuki sebuah kafe. Rambut panjangnya terlihat indah dimainkan oleh angin yang nakal. Dress kuning selutut yang dia kenakan melambai-lambai seiring dengan langkah anggunnya. Wanita itu menarik perhatian di tengah suasana kafe yang ramai. Cantik sekali. Apa lagi jika ditambah senyuman di bibir mer

