Almira belum beranjak dari tempat. Pandangannya juga masih tertuju pada titik di mana Alfa menghilang bersama Nasha. Dia tidak menangis lagi, meski jejak air mata masih tampak di wajah lelahnya. Bandara masih dipenuhi lautan manusia dan Almira sama sekali tidak memedulikan hal itu. Dia ingin mengulang sedikit kejadian hari ini dan berharap apa yang dilihatnya tadi adalah satu dari sekian banyak mimpi buruk. Begitu buruk sampai Almira bahkan ingin meminta sebuah penghapus raksasa untuk menghilangkan segala hal tentang Alfa. Dari perjumpaan mereka sampai akhirnya dia menikah dan merasakan kebahagiaan bersama pria itu. Dia merasa menjadi wanita paling bodoh. Wanita yang mau saja menikahi pria asing. Ini salah Bapak dan Ibu. Salah satu sisi buruk Almira mulai memengaruhi. Menanamkan pik

