Karena tak kunjung mendapat jawaban dari ketiga temannya, Hana kembali membentak mereka. "Ayo, jawab!" "Iya, sabar!" decak Dinar malas. "Tadi pas gue lagi ngejar Tesa karena dia ngejekin gue. Tuh anak tabrakan sama Abian, terus gue ngancem dia bakal nyebarin hubungan gelap dia sama pacar lo .... " Dinar menjeda ucapannya. "Mereka berdua debat tadi. Tesa maki-maki Abian banyak. Salah satunya, dia bilang kalau Abian itu bukan prince charming, tapi cuma cowok pengecut dan penipu. Mungkin karena itu, dia ngerasa harga dirinya udah diinjek-injek sama Tesa. Lo tahu sendiri kalau harga diri itu segalanya buat Abian, 'kan?" Hana mengangguk paham akan penjelasan yang diberikan oleh Dinar. "Awas lo, Tesa. Gue makin benci sama lo!" geram Hana, gadis itu langsung berlalu dari sana dengan menghenta

