Setelah berputar-putar mengelilingi hutan yang cukup luas, akhirnya Tesa dan kelompoknya menemukan bunga yang mereka cari. Bunga alyssum itu benar-benar ada di hutan. Kelima gadis itu berlari mendekat ke arah bunga, tetapi Tesa teringat akan sungai coklat yang ada di teka-teki yang diberikan oleh pembimbingnya. Gadis itu melihat ke bawah. Memang benar terdapat kubangan air yang cukup luas jika ingin mendekat ke arah bunga alyssum tersebut. Tesa ingin memperingatkan keempat anggota kelompoknya. "Awas kalian berempat itu ada kuー" Namun, sebelum ucapannya terselesaikan. Terlambat sudah. "Aaaakkkkhhhh, kaki gue jadi kotor." "Sepatu mahal gue." "Celana gue." "Aakkhh, kotor semua. Jijik banget." Begitulah kata-kata rengekan yang terdengar di indera pendengaran Tesa. Gadis itu menepuk jid

