Limabelas

1228 Kata

Setelah sampai di toilet sekolah, Tesa tidak langsung masuk ke salah satu bilik yang kosong. Dirinya sudah paham bagaimana liciknya Dinar jika sudah melakukan perundungan. Ia melihat ke sekeliling ruangan, memastikan tidak ada hal janggal atau aneh yang dapat membahayakannya. "Tunggu dulu! Bilik kosong cuma satu, yang lainnya penuh," monolog Tesa. Gadis itu menatap ke atas satu-satunya bilik yang kosong Benar saja, sebuah ember sudah diletakkan di atas. Jika Tesa menutup pintu bilik itu, maka dirinya akan tersiram air atau apa pun yang ada di dalamnya. "Dinar ... Dinar, kamu gak tahu lagi berhadapan dengan siapa. Tesa mau dilawan," kata gadis itu dengan nada mengejek. Dirinya masuk ke dalam bilik, tetapi ember yang ada di atas tidak tumpah ke bawah. Tentu saja, Tesa sudah menyuruh aga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN