Ibu itu seorang yang peka. Teramat peka. -pukul 09.34 am. Nadine's POV "JUDITH!" Aku yang tengah sibuk dengan pisau dan selai sukses tersentak karena teriakan Bia. "TETEH, JUDITH NGGAK SENGAJA," teriakan Judith terdengar kemudian. Apalagi yang dilakukan oleh dua perempuan lucu tersebut? Buru-buru, dengan rasa ingin tau serta khawatir, aku memilih meninggalkan sebentar urusan dapur, naik ke lantai dua. Ketika tiba di depan pintu kamar yang tidak sepenuhnya tertutup, aku mengintip. Terlihat Bia masih dengan piyama tengah bercermin dan sibuk dengan rambutnya. Beda hal dengan Judith yang masih dibalut handuk tampak serius menatap televisi berukuran sedang yang menempel di dinding kamar. "Teh, mandi buruan." "Sebentar, ini rambut Teteh yang ini kok keiket, ya?" "Pacaran kali, Teh." "E

