Kita berdua, itu sama. Kau berjuang untuk pria-mu, begitupun aku. Kau berjuang untuk malaikat kecilmu, pun sama denganku. Kau datang, dengan uluran tangan serta senyum, lalu mengajakku berteman. Hari kemarin, biar tetap seperti adanya. Hari ini, aku terima uluran tanganmu. Lalu besok, kita buat cerita baru. Ketahuilah, ada saat dimana hatiku akan luluh. Setelah sebelumnya terus saja dibalut kemelut amarah. Karena, semakin lama aku hidup, dan merasakan banyak pengalaman, maka semakin aku mengerti makna kehidupan. Dan hidup ini tentang memberi, saling mengasihi, selalu mencoba hal positif, dan yang terpenting, meminta maaf dan memaafkan. Kau, ibu dari anakmu. Sama denganku. Toh, apa guna saling mendendam? Mari kita minum secangkir teh hijau, sambil bercengkerama layaknya

