Bab 24

4481 Kata

Selain tidak suka diperhatikan terlalu lama oleh lawan jenisnya, aku yakin alasan Zahra enggan menatapku adalah karena tidak ingin aku dapat menangkap apa yang dikatakan oleh sepasang matanya yang bagaikan intan. Dasar perempuan. Suka main rahasia-rahasiaan di depan lelaki. Apalagi kalau disenggol soal perasaan. Mereka menuntut lelaki untuk peka, namun sulit diajak berkomunikasi dari hati ke hati. Sukanya lelaki yang mulai mencari lebih dulu. Tapi kalau ditanya, jawabannya bertolak belakang dari apa yang dipendam oleh hatinya. Mungkin satu-satunya gadis yang mudah kuterka perasaannya adalah Btari. Ia bagaikan buku bermuatan segudang pengetahuan yang terbuka, mudah dibaca dan dipahami. Ia berkata dan bergerak spontan, tak pandai menyembunyikan perasaannya, meski sudah mati-matian mencoba.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN