"Kau tahu betul, Aku bisa kapan pun mengatakan keberadaanmu dengan ambrik." Mendengar nama tersebut, Ada getaran ketakutan didada kedua orang itu. Namun Fredi bisa mengontrol rasa takutnya. Rahang Fredi mengeras, "Apa maumu." Fredi berkata dengan nada tinggi. "Mudah saja syaratnya, kau harus membiarkan ku berkencan dengannya." Daniel mendongakan wajahnya pada Argetta dengan senyum getirnya. Penuturan Daniel membuat argetta terjengah. Ia tak percaya pria yang baru di kenalnya ini sangat menginginkannya. Pilihan sulit untuk Fredi, jika dia menolak keselamatan argetta menjadi taruhannya. Tapi.. jika dia menerima, sungguh pria itu tak rela. Ahh sial.. di lema menerpa hidupnya. Kenapa dia mesti mendapatkan tekanan begitu sulit. Ingin sekali Fredi memecah kepala pria dihadapanya ini. "Bis

