Fredi memicing matanya, sungguh ia tak bisa melawan apalagi melihat sang ibu terus memberi kode untuk tidak melawan Emran sekali pun. "Argetta, pangeran kesayanganmu ini suaranya hilang." Emran terus memancing emosi Fredi. Namun pria itu tak bergeming sama sekali. Ia hanya menahan gemuruh didadanya yang seakan ingin meledak. "MAAF, AKU TAK SETUJU PERNIKAHAN INI." Emran bersungut. Emran menolak pernikahan ini membuat Argetta kecewa, tampak raut wajah kesedihan pada Argetta. "Ikut aku, Kita bicara empat mata." Tegas Carol. Argetta benar-benar semakin gelisah akibat prilaku Emran tersebut. "Argetta, kau tenanglah, aku yakin nyonya Carol bisa membuat Emran mengerti." Ucap Laura dengan irama lembut. "Kekasihmu itu sungguh kejam." Sungut Argetta dengan amarahnya. "Bukankah sudah dar

