Wanita bernama Argetta merasa dingin menghembus ruangan yang membuatnya terikat bersama Carol. Argetta berharap seorang dapat menolongnya, ah mana mungkin, sedangkan Fredi dan Emran tengah menyelamatkan Pencily ayahnya. Sepertinya sulit untuknya bebas dari Grace. Ya wanita itu sedang duduk mengamati Argetta dan Carol. Bahkan mungkin dirinya tidak tidur sama sekali hanya untuk mengawasi kedua wanita yang terikat itu. Mendadak Grace menatap intens pada layarnya itu. sekelebat mata Argetta meneliti setiap Grace penuh curiga. "Argetta, Kau ingin bebas. Tenanglah.. sebentar lagi kau akan bebas dengan kehidupan baru." Grace menyungging senyumnya. Argetta mengkerut dahinya, ia sedikit heran dengan keperkataan Grace. Apa semudah itu Ambrik membebaskannya bersama Carol. Argh.. Rasanya mustah

