Keith menelan salivanya tidak menduga Rachel berani menodongkan senjata tajam ke dia. Dalam sejarahnya sebagai playboy, tidak pernah ada perempuan yang berani menodongkan senjata tajam ke dia. Mereka semua senang bisa melayaninya di ranjang. Ketagihan ingin dan ingin dia memberi kepuasan hasrat. Rachel memandang Keith penuh kebencian, “Anda rupanya membohongin saya, Pak Keith.” Jleb, Keith terkesiap mendengar ini, “Membohongimu apa?” “Anda menyebut nama kakek saya, agar bisa mendekati saya? Lantas anda mau memperkosa saya lagi, begitu kan?” Keith mengecurutkan bibir bawah, lantas menghela napas, ‘Kenapa jadi seperti ini situasinya? Dibenak Acha, aku ingin memperkosanya lagi. Seumur-umur aku baru sekali melakukan hal itu, yaitu ke Acha. Lainnya kulakukan berlandas mau sama mau.’ Dia

