Dua bulan setelah konflik di Xologon, kerajaan yang telah kehilangan pemimpin itu sekarang telah mendapatkan hukuman dari Semesta. Begitu Valmera, Raja Karles, dan para pasukannya meninggalkan lapang luas penuh mayat, bangunan megah milik Daren perlahan diselimuti kabut tipis. Wujudnya makin lama makin transparan. Tidak hanya kastil tersebut, tetapi seluruh tanah kekuasaannya. Pohon-pohon dan tanaman rambat tumbuh dengan tidak wajar. Tanah bergetar, meretakkan dinding pondasi bangunan, bahkan ada yang sampai hancur karena tidak kuat menahan kekuatan itu. Seperti ditelan oleh alam, Xologon pun lenyap dari pandangan semua orang yang mungkin berlayar di laut terdekat. Di samping itu, kerajaan yang bekerja sama dengan Xologon--sang Raja diusir dari kedudukannya. Setelah merugikan rakyat den

