Another Flower#6 [SIDE STORY]

1432 Kata

“WOOOW!!!” seruan untuk kesekian kalinya (yang tak sanggup lagi Luke hitung saking banyaknya) kembali menggetarkan gendang telinga. “Olive …. Harus berapa kali kubilang untuk tidak berteriak setiap lima menit!?” Luke memijat pelipisnya. Suara berfrekuensi itu tak hanya membuat telinganya berdenging, tetapi juga menghantarkan pukulan kecil pada kepalanya. Terus-menerus. Menyebalkan. “Teganya kau memintaku untuk menahan kegembiraan!?” protes gadis berambut hijau yang dipanggil Olive tersebut. “Bagaimana mungkin aku bisa menahan diri dengan tempat ini!? Benar-benar berbeda dari Llaeca! Jadi, begini rupa Kerajaan Tetangga?” Sang gadis enggan berhenti berputar. Mengabsen satu persatu apa saja yang ada di sekelilingnya tanpa mau kelewatan barang satu hal pun. Luke benar-benar harus mengawasin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN