*** Hawa sejuk menemani seorang pria dan gadis yang berdiri di hadapan sebuah batu setinggi paha bertuliskan nama seseorang. Matahari bisa terlihat jelas dari atas bukit itu. Bergerak menuju garis akhir cakrawala. Olive berdiri beberapa langkah di belakang Luke. Menanti bersama terpaan angin sore yang semakin terasa dingin, di bawah bangunan putih terbuka. Ia sama sekali tidak mengira inilah tempat yang ingin Luke kunjungi. Awalnya ia pikir akan pergi ke sebuah pasar atau toko pakaian, atau restoran. Siapa ini? Makam yang dia pandangi selama hampir tiga puluh menit? “Sudah lama, ya .... Maaf aku jarang menemuimu, Ibu.” Kelopak mata Olive melebar. Ibu? Gadis itu mendekat, ketika Luke lanjut berbicara. “Ibu tahu? Banyak hal yang terjadi semenjak Ibu tiada. Aku harap bisa menyebutnya ses

