“Ne—Neal….” Karles yang tidak sengaja menangkap kata tak asing di telinga refleks menengok. Sama seperti wanita yang melihat pertama kali, kedua bola matanya membulat dengan sempurna. Iris birunya saling berpantulan dengan warna yang sama dengan sang lawan. Dia juga menangkap sosok familiar di antara glitch yang merubah sosok hitam busuk menjadi perawakan adiknya yang meregang nyawa di tempat ini. “Apa—Omong kosong macam apa ini!?” serunya dengan nada tinggi. “Daren Caecillius…kau benar-benar kurang ajar!” “Aku kurang ajar? Apa salah aku memanfaatkan jasad yang ditinggal oleh kerabatnya sendiri menjadi makhluk yang berguna? Apa kau yakin ini salahku, Karles, Valmera?” Benar. Kali ini tidak sepenuhnya Daren yang bertanggungjawab. Salah Valmera sendiri yang waktu itu tidak bisa berbuat ap

