Mata Reina kini telah terbuka. Ia terbangun di UKS. Reina memegang kepalanya yang terasa sangat berat. Reina melihat ke arah sekitar dan ia tidak menemukan siapa-siapa. Reina teringat sebelum ia pingsan ia melihat Sienta. Sienta melihat ke arah Reina, Sienta tersenyum ke arah nya. Reina mencoba untuk duduk. Dan seketika kepala nya terasa sangat pusing. Suara pintu terbuka membuat tatapan Reina teralihkan. Ia melihat Alvin memasuki ruang ini. "Pak" panggil Reina dengan suara yang sangat lemah. Alvin membenarkan bantal dan juga selimut Reina. "Pak tadi Reina lihat Sienta" Reina mengucap kan itu dengan wajah serius nya. "Kamu istirahat dulu" ujar Alvin. Reina merasa hatinya sekarang semakin tidak enak. "Pak aku khawatir sama Sienta, Reina pingin cari Sienta pak" Reina berusaha bangk

