"Michiko-nee!!" Seru seorang anak perempuan berusia dua puluh tahun, yang berhambur langsung ke dalam pelukan Chiko saat keluar dari boarding room bandara. Chiko tersenyum senang. Dia merindukan adiknya Ichika, yang saat ini masih berkuliah di Todai, fakultas sastra. "Chika, mana Otousan dan Okasan?" "Mereka masih di boarding room," sahut Ichika. "Apa ini Aikawa-san yang di katakan dekat denganmu, dan sudah melamarmu?" Ichika melirik kr arah lelaki yang berdiri di sebelah kakaknya. "Ohayou, Oniisan!" Kris menarik sudut bibirnya, "Ohayou!" Chiko melotot. "Jangan bicara seakrab itu dengan Kris. Kau kan belum mengenalnya! Dan lagi, dia jauh lebih tua darimu." Ichika membalas lagi dalam bahasa Jepang. "Ih, tapi Kris-nii tidak masalah. Bahkan membalas salamku juga. Bukan begitu?" "Tentu s

