Episode 5. curiga 2

548 Kata
tidak begitu lama indah pergi. aku dan nani melanjutkan makan kami. " uh. dasar tuh anak makanan nya belum habis sudah di tinggal saja nnti kalau dingin kan kurang enak " aku ngedumel. " biarkan saja nanti kalau dia sudah tidak penasaran dia lanjutkan lagi makan nya " sahut nani. tidak terlalu lama indah sampai di meja yang kami tempati. " gimana sudah ketemu mas pram makan dengan siapa " tanya ku yang juga penasaran dengan siapa mas pram ke sini " sudah suami mu makan dengan seorang wanita....." dek .....jantung ini terasa mau berhenti " yang benar kamu ndah " nani memastikan " tenang donk jangan panik gitu aku kan belum selesai bicara nya sudah di potong saja " protes indah kami sama-sama diam mau mendengar kelanjutan ucapan indah.... " muka nya biasa aja kali suami mu bersama seorang pria juga kok " huff.... alhamdulillah perasaan ku salah.. " huh... rese kamu yah hampir membuat ku jantungan tau ngga " aku bersama dengan nani menjitak kepala indah bersamaan. karena nani sama penasaran nya dengan ku karena dia yang paling mengerti perasaan ku. " Awww.... sakit tau " jerit indah sambil mengelus elus kepala nya. " biarin habis nya kamu ngeselin banget itu bukan lelucon tau " sahut ku " habis nya muka kalian pada tegang-tegang banget yah jadi ingin aku kerjain " " tapi ini kan tentang rumah tangga sahabat kita ga lucu tau " kesal nani " ya maaf " sesal indah dengan wajah menyesal nya "sudah sudah jangan di terusin ih yang terpenting semua yang kita khawatir kan tidak benar ada nya " kata ku. " betul itu ternyata suami mu tidak seperti yang kita pikir kan " indah. " ya sudah sekarang kita lanjutkan makan siang kita. sudah hampir dingin tuh " ucap ku memecah suasana yang mulai tegang. kami menyelesaikan makanan kamu dan kami tidak jadi mau membuntuti mas pram karena dia bukan hanya dengan wanita tapi juga dengan pria. mungkin itu teman-teman kantor nya. ku akui tidak begitu tau teman-teman kantor suami ku. tapi kok hati ku masih saja gelisah kaya ada yang tidak beres gitu. selesai makan kami kembali lagi ke tempat usaha ku. kami langsung menyibukkan diri dengan tugas kami masing-masing. tak terasa waktu sudah memasuki ashar. aku pamit pulang dengan kedua sahabat ku itu. " okey aku pulang dulu yah sudah ashar nih takut suami ku pulang duluan " " oke. kalau ada apa-apa jangan segan-segan hubungi kami yah " ucap nani " tenang saja aku masih punya kalian kok " jawab ku. " ya sudah hati-hati di jalan yah bye.... " sahut indah. " okey. bye... assalamualaikum "salam ku " Walaikumsalam " jawab kedua sahabat ku. jalan yang ku tempuh hanya sekitar 20 menitan untuk sampai di rumah. tiba di depan rumah aku mengetuk pintu dan memberi salam. " assalamualaikum " salam ku sebelum masuk rumah. dan ajaib nya tidak ada yang menjawab. padahal ada dua manusia yang berbeda generasi sedang menonton televisi. yah sudah aku pun melenggang masuk tanpa aku hiraukan kedua manusia itu sebelum aku memasuki kamar ku. ternyata ada suara nenek lampir yang dari ruang keluarga sedang mau mengomeli ku. jangan meniru aku yah kawan karena mertua pun sama seperti orang tua kita. akan tetapi mertua nya yang bagaimana dulu okey kita lanjut ke cerita.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN