12.Alasan yang Sebenarnya

1749 Kata

Dengan gemulai, matahari mulai merayap naik di ufuk timur, membawa kehangatan yang mengusir dinginnya malam. Sinar emasnya perlahan menyinari langit yang tadinya gelap, menyapu awan-awan kelabu dengan warna-warna cerah. Seorang wanita cantik dengan kondisi yang terlihat berantakan masih setia bergelung di atas tempat tidur empuk. Namun, dering suara ponsel yang masih dicharger di atas nakas mengganggu tidur lelapnya. Dengan mata yang masih terpejam, dia meraih ponsel itu. Mendekatkan ke telinganya dan bergumam kecil seraya menahan rasa kantuk yang masih melandanya. “Kamu masih tidur? Cepatlah, sebentar lagi presentasi kelompok kita.” Terdengar suara teman kelompoknya dari seberang sana. Membuat Megan mau tidak mau membuka mata dan menatap ke depan dengan tatapan kosong, mata yang masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN