Dua penjaga di depan rumah memperbolehkan Doni masuk. Karena sebelumnya sudah pernah masuk dan menjelajahi seluruh ruangan di rumah ini, Doni pun tidak perlu kesulitan lagi untuk mencari di mana ruangan Putri. Begitu pikiran Doni saat pintu masuk tertutup. Nyatanya, dia harus dibuat bungkam setelah lima langkah di depannya, kursi rotan bergeser sendiri, kemudian muncul anak tangga berurutan di bawah sana. Setelah anak tangga itu selesai memunculkan dirinya, lorong bawah itu langsung bercahaya. Lampu otomatisnya menyala. Doni menelan ludah. Ternyata dia salah besar. Bagaimana hal semacam ini bisa tidak terpikirkan olehnya? Bagaimana bisa lepas begitu? Masuk akal juga kalau Putri punya ruang tersendiri untuknya. Karena meski rumah ini sudah berada di dasar jurang pun, masih tidak menutup k

