Suatu hari Abira melihat Gladis tengah memakai mukenah serba putih, duduk di atas sajadah, menengadahkan tangannya. Setelah selesai berdoa, Gladis membuka semacam buku yang Abira tidak tahu sama sekali bahwa itu Qur'an. Saat mendengarkan Gladis membaca buku itu Abira merasakan suatu getaran di dalam hatinya. Entah datang dari mana perasaan itu, tiba-tiba saja Abira meneteskan air mata setelah mendengar lantunan bacaan dari mulut Gladis. Terdengar merdu dan menenangkan. Kurang lebih selama lima belas menit Abira berdiri di depan pintu kamar Gladis yang terbuka. Abira menikmati bacaan Gladis. Setelah menutup Al-Qur'an, Gladis baru tahu kalau Abira melihatnya sejak tadi. Gladis pun melepas mukenanya dan mendatangi Abira. "Ada apa, Ra? Lo udah mau pulang?" Itu adalah Minggu kesekian Abira

